Jomblo Karena Prinsip VS Jomblo Karena Nasib – Kalau kamu ketemu temen sekolah yang udah dari SMP, SMP, Kuliah, bahkan sampai ketika kamu udah ada anak 5 tapi dia masih saja enjoy dengan kesendiriannya, coba deh kamu tanya! “Lo kok betah sih bro tidur sama guling terus?” pasti temen kamu tadi bakalan jawab,”Woy, bro! Jomblo itu prinsip!”

Nah, kalau udah dia jawab kayak gitu terus kamu percaya? Apa benar statement yang dia katakan?

Jadi menurut pengalaman admin nih, ya. Jomblo itu sendiri sebenarnya ada dua hal yang yang mendasari. Memang benar jika ada orang yang berkata kalau kesendiriannya adalah suatu pilihan demi menggapai impian yang belum terlaksana. But, faktanya orang-orang yang seperti itu jumlahnya sangatlah sedikit dan bahkan kalau dihitung pakai jari tangan dan kaki masih  ada sisa jempol sama kelingking. Ngerti kan maksudnya? Sedikit banget, sob!

Sebagian besar penyebab kejombloan anak cucu adam dan hawa adalah karena memang ada satu kesalahan pada mental dan pemikiran mereka, yang pada akhirnya menjadi pemicu kegagalan dalam berhubungan. Sayangnya, itu terjadi terus menerus. Nah, ini yang disebut dengan jomblo karena nasib.

Ciri Yang Membedakan Jomblo Karena Prinsip dan Jomblo Karena Nasib

  1. Jomblo Prinsip Itu Konsekwen

Jomblo karena prinsip akan berusaha keras untuk mempertahankan kesendiriannya sebelum cita-cita tersampaikan. Sedangkan jomblo karena nasib akan lebih berusaha mencari dan memanfaatkan kesempatan yang bisa digunakan untuk mematahkan nasib kejombloannya.

Cita-cita yang dipegang teguh oleh seorang jomblo karena prinsip ini pun beraneka ragamnya loh! Ada yang karena mereka sangat taat beragama, sehingga takut kalau berhubungan cinta dengan lawan jenis sebelum ada ikatan pernikahan akan menjerumuskannya ke lubang dosa. Ada juga yang ingin menyelesaikan terlebih dahulu studi yang telah dijalani, dan berjanji tidak akan punya kekasih sebelum sukses.

Mereka yang memilih jomblo karena prinsip ini biasanya akan memiliki masa depan yang lebih tertata. Karena memang kesendiriannya menyimpan satu maksud dan tujuan yang mulia, bukan karena keterpaksaan saja.

  1. Jomblo Karena Prinsip Itu Enjoy

Karena jomblo itu adalah pilihan mereka, maka sepanjang hidupnya pun tidakk akan ada rasa penyesalan. Setiap pagi malam tetep menikmati ngopi dan kongkow bareng temen, bangun pagi fresh, kuliah lancar, kerjaan tak terkendala, bos senang, gaji pun semakin naik-naik kepuncak gunung.

Artikel Lainnya :

Nah, kalau kamu yang jomblo karena nasib! Iya, kamu! Malem gak bisa tidur, bangun jam 12 siang, skripsi berantakan. Semua pikiran cuma terfokus untuk mencari tips dan trik mendapatkan pasangan atau berburu jodoh di facebook yang akhirnya malah ketipu poto profil! Hadduuh.. kasian.

  1. Jomblo Karena Prinsip Itu Sabar

Sabar itu adalah tingkatan tertinggi dalam kualitas hidup seseorang. Jomblo karena prinsip tak akan terpengaruh sedikitpun melihat godaan hingga sindiran kawan yang terselip dalam setiap candaan. Beda dengan jomblo karena nasib, baru kesindir dikit pasti udah ngegas pol notok jedug!

  1. Jomblo Karena Prinsip Itu Bahagia

Jomblowan dan jomblowati yang memilih sendiri karena keteguhan prinsipnya akan selalu bahagia apapun kondisinya. Ketika malam minggu tiba, mereka akan tetap bahagia semaleman di depan laptop untuk ngerjain tugas, kada pergi ngopi dipinggir jalan sama temen yang asiknya gak ketulungan. Mereka juga akan merasa sangat bahagi ketika mendapat undangan pernikahan dari kawannya.

Jomblo nasib? Kalau malam minggu pasti nulis status,”Semoga malam minggu ini hujan deras, Ya Allah!”

  1. Jomblo Karena Prinsip Itu Tawakal

Mereka yang memilih jomblo karena prinsip akan lebih menghabiskan waktunya untuk berdoa kepada Tuhan. Do’anya bukan untuk segera diberi jodoh, tapi mereka memohon agar cepat dibukakan pintu kesuksesannya, hingga pada akhirnya bisa membatalkan lelaku puasa jomblonya.

Kalau yang jomblo karena nasib, doa sih iya, tapi kebanyakan doanya pasti maksa! Padahal, yang kamu harus ingat tergesa-gesa itu tandanya tidak sabar, orang yang tidak sabar dibenci Tuhan. Nah, gimana mau dikabulin coba do’a kamu? Hayoo…