Pertanyaan ‘kapan menikah?’ memang seringkali kita dengar ketika sudah mulai menginjak usia pertengahan 20-an. Menyebalkan memang, terlebih lagi jika kita selalu ditanya demikian oleh saudara atau teman-teman yang sudah lebih dulu menikah. Tenang, tidak perlu marah atau langsung buru-buru nikah, ada keuntungan jika Anda memutuskan untuk menikah di usia yang sudah matang.

Sebenarnya usia ideal untuk menikah bagi masing-masing orang bisa jadi berbeda, ada yang berhasil menikah di usia muda namun ada juga yang memutuskan untuk menunggu usia matang terlebih dahulu. Menikah di usia muda memang tidak salah, namun ada keuntungan lebih jika Anda memutuskan untuk menikah di usia matang.

Keuntungan Menikah di Usia Matang

Benar-benar Yakin Dengan Pilihan Anda

Bagi Anda yang sudah menjalin hubungan lama atau bahkan sudah pernah menjalin hubungan dengan beberapa orang sebelumnya, maka ketika Anda berada di usia yang matang dan Anda menemukan banyak kecocokan dengan si dia, itu berarti bahwa Anda telah benar-benar yakin dengan pilihan Anda tersebut dan sudah siap untuk nikah.

Emosi Lebih Stabil

Berbeda dengan usia 20-an yang cenderung masih meledak-ledak emosi dan temperamennya, ketika Anda berusia matang maka Anda cenderung lebih dapat mengontrol emosi, tidak berlebihan dalam menunjukkannya dan lebih tenang dalam  menghadapi masalah. Sehingga bisa Anda bisa memastikan bahwa diri Anda sudah siap untuk nikah.

Lebih Percaya Diri

Ketika berada di usia yang matang, Anda tentu merasa jauh lebih percaya diri dengan segala keputusan dan sikap Anda dibanding ketika Anda masih berusia 20-an. Termasuk keputusan untuk menikahi si dia.

Lebih Mapan

Inilah keuntungan nikah di usia matang yang sangat-sangat utama: lebih mapan. Jika Anda memutuskan untuk menunda pernikahan hingga usia Anda matang maka itu berarti Anda memiliki kesempatan lebih untuk menabung, investasi atau bahkan membeli rumah dan kendaraan, sehingga kehidupan berumah tangga pun jadi terasa lebih mudah. Tidak perlu memikirkan cicilan KPR atau kendaraan.

Bisa Menikah Dengan Biaya Sendiri

Karena Anda sudah mapan dan memiliki tabungan sendiri, maka secara otomatis, Anda tidak perlu merepotkan orangtua atau calon mertua dalam segala urusan pesta pernikahan. Anda dan pasangan bisa nikah dengan biaya sendiri. Tentu ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Terutama jika Anda tahu bahwa orangtua Anda belum tentu sanggup membiayai pesta pernikahan.

Sudah Puas Bergaul

Usia di atas 28 membuat Anda merasa sudah cukup puas bergaul, sudah bukan saatnya lagi nongkrong di kafe tiap malam atau traveling dengan teman-teman Anda. Sehingga, Anda benar-benar bisa berorientasi pada urusan rumah tangga dan keluarga. Lagipula, Anda masih tetap dapat traveling bersama istri dan anak-anak bukan meski usia Anda sudah matang?

Lebih Menghargai Komitmen

Memang tidak ada jaminan usia menggambarkan kedewasaan seseorang, namun setidaknya Anda lebih sadar diri bahwa usia Anda sudah bukan termasuk anak muda lagi, sehingga ini mendorong Anda untuk bersikap dewasa dan menghargai komitmen. Termasuk komitmen nikah.

Lebih Bijak Mengatur Pengeluaran

Karena kecenderungan Anda bersikap dewasa, Anda pun jadi lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Seperti yang kita tahu, masalah keuangan seringkali jadi biang kerok permasalahan rumah tangga lainnya. Jadi dengan memutuskan nikah di usia matang, Anda pun jadi lebih mudah mengatur pengeluaran rumah tangga Anda.

Baca Juga : Deretan Inspirasi Wedding dari Selebritas Indonesia

Nah itu dia tadi keuntungan menikah di usia matang. Namun, jika Anda sudah merasa menemukan orang yang tepat atau sudah merasa siap, menikah jangan ditunda. Banyak juga orang yang sukses menjalani rumah tangga di usia muda.